Sejarah Perayaan Imlek

Sejarah Perayaan Imlek yang ada di kota semarang pada tahun 2001. Adalah malam pertama tahun baru imlek yang tersibuk dan menjadi sejarah pertama perayaan imlek di Indonesia. Lampion merah memadati atas dan asap wangi hio menguar di setiap kleteng. Terlihat juga puluhan orang sembahyang. Sementara itu diluarnya terlihat juga hiruk pikuk yang terjadi adanya pasar malam dan atraksi liongsamsi. Anak-anak begitu dengan gembira beroleh hadiah pernak-pernik imlek dari orang tua mereka masing-masing. Mulai dari pedagang buah hingga kue keranjang sangat laris manis.

Sejarah Perayaan Imlek

Perayaan imlek pada tahun 2001 ini sangat lah ramai pada tahun yang sudah lewat. Pada tahun ini untuk merayakan imlek tidak perlu lagi bersembunyi atau takut untuk beribadah tidak seperti tahun yang sudah lewat. Bagi etnis orang tioghoa atau orang-orang yang berketurunan cina. Tahun baru imlek ini merupakan salah satu bagian yang sangat penting bagi tradisi mereka. Pada penanggalan atau kalender tioghoa, Tahun baru imlek ini dirayakan setiap tanggal 1 di tahun yang baru.

Sejarah Perayaan Imlek

Permulaan tepatnya tanggal perayaan imlek ini belum diketahui dengan sangat jelas. Diperkirakan awalnya adalah sebelum dinasti Qin. Perkiraan atau kemungkinan lain perayaan imlek ini di hitung dari pertannggal 1 pada dinasti xia yang jatuh pada bulan ke 12 di dinasti shang. Sedangkan pada masa jabatan dinasti Zhou, perayaan ini dimulai pada bulan ke 11. Pada bulan kabisat yang biasanya dipergunakan untuk memperkirakan penanggalan kalender Tionghoa arahnya yang sama dengan edaran yang mengelilingi matahari.

Bagi mitologi orang cina, Tahun baru imlek ini dirayakan ketika mereka sukses melawan seekor binatang. Mitos yang dinamakan nian yang beratikan tahun dalam bahasa cina. Hewan yang bernama nian ini senantiasa muncul di awal tahun baru cina dan memangsa hewan-hewan ternak milik penduduk. Bahkan penduduknya sendiri dan juga anak-anak kecil.

Para penduduk Cina bahkan memiliki inspirasi pandangan baru mereka. Menyimpan sejumlah makanan yang  kenal dan disajikan di depan pintu rumah setiap tanggal 1 di permulaan tahun. Menurut  orang-orang Cina hal yang demikian, metode itu akan ampuh menyelamatkan mereka dari mangsa binatang Nian seba  Nian cuma akan memakan makanan yang disediakan warga dan tidak akan memangsa warga atau penduduk Cina tersebut.

Makna Dari Tahun Baru Cina Atau Imlek

Sejarah Perayaan Imlek ini diawali sejak tanggal 30 bulan ke 12 pada penanggalan Cina. Lalu diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh di tanggal 15. Perayaan imlek ini mencakup  sembahyang imlek, sembahyang terhadap Thian, dan yang terakhir yakni perayaan Cap Go Meh. Tujuan dilakukannya sembahyang tersebut adalah merupakan sebagai rasa terima kasih dan bentuk syukur warga/penduduk Cina akan doa dan harapan| yang  baik di tahun yang baru.

Doa dan Keinginan yang mereka yakini pada perayaan imlek. Adanya rezeki yang melimpah dalam hidup mereka, untuk mejamu para leluhut dan adanya silahturahmi yang terjalin dengan baik antar tentanga maupun keluarga. Perayaan Imlek imlek ini dimanfaatkan para warga cina untuk menjadikan sesuati momen kumpul keluarga besar dalam satu tahun sekali.

Selama Sejarah Perayaan Imlek yang berlangsung. Setiap para anggota keluarga akan bersilahturahmi dan saling membagikan kisah hidup mereka selama setahun yang mereka rasakan. Maka makna perayaan imlek ini akan kian semakin terasa ketika semua keluarga saling berkumpul. Sekian dari Sejarah Perayaan Imlek yang sudah kami rangkum.

Baca Juga : Sejarah Great Wall China

Sejarah Great Wall China

Sejarah Great Wall China

Sejarah Great Wall China – Tiongkok atau China ini adalah negara dengan populasi terbesar yang ada di dunia. China memiliki banyak sejarah besar yang membuat negara ini menjadi besar dan memiliki banyak warisan bersejarah. Jadi bila Anda berkunjung ke Tiongkok jangan pernah lupa untuk berkunjung ke tempat wisata yang bersejarah. Maka dari itu kami akan sedikit memberikan ulasan tentang Tembok China ini.

Sejarah Great Wall China

Seperti yang sudah banyak orang ketahui kalau Great Wall China ini adalah warisan paling besar yang ada di China. Beijing adalah salah satu ibukota besar di China. Ibu kota ini tidak hanya menjadi pusat ekonomi, namun sudah banyak dinasti yang membangun warisan budaya Cina. Salah satunya adalah Tembok Cina. Banyak orang yang menyebutnya sebagai raksasa Cina. Pada masa masa pemerintahannya Dinasti Ming tembok ini dibangun. Sudah lebih dari 900 dinding dan menara yang jumlahnya sudah tidak bisa dihitung lagi.

Sejarah Great Wall China – untuk membangun tembok besar ini juga membutuhkan waktu yang memang sangat lama. Mencapai ratusan tahun lamanya baru bangunan ini bisa menjadi kokoh. Pada akhir tahun 1987, UNESO sudah menetapkan Great Wall China ini sebagai salah satu warisan paling besar budaya China dan Tembok besar ini masuk juga ke dalam 7 keajaiban dunia.

Sejarah Great Wall China ini dibangun karena untuk menahan musuh agar tidak mudah masuk ke bagian negara Tiongkok ini. Namun, seiring berjalannya waktu, tembok raksasa ini masuk ke dalam sejarah besar. Untuk masuk ke tembok China ini juga harus membayar dengan tiket. Saran dari kami juga jangan menggunakan heels untuk mendaki tembok cina ini, karena akan sangat menjadi beban dan membuat kaki menjadi sakit.

Nah, Sekarang kalian pastinya sudah tahu sedikit tentang Sejarah Great Wall China kan? Jadi jangan ragu lagi sekarang untuk berlibur ke China. Karena banyak sekali tempat bersejarah yang bisa Anda nikmati pemandangannya. Semoga ulasan ini bisa bermanfaat bagi Anda semua.

BACA JUGA: Mangkuk Cina Laku Rp 507 Miliar

Mangkuk Cina Laku Rp 507 Miliar

Mangkuk Cina Laku Rp 507 Miliar

Sebuah Mangkuk Cina Pada zaman Dinasti Song yang berusia sudah hampir 1000 tahun sudah berhasil memecahkan rekor dunia. Mangkuk karamik tersebut berhasil terjual dengan harga yang sangat fantastis yaitu 294,3 juta dollar Hong Kong. Bila dinilaikan dengan rupiah itu mencapai 507 Miliar. Tentunya untuk harga sebuah mangkuk itu sangat fantastis.

Rekor sebelumnya sudah berhasil dipecahkan oleh keramik yang kecil berwarna biru kehijauan yang berbentuk piala ayam dari zaman Dinasti Ming dan berusia sekitar 500 tahun. Keramik tersebut berhasil dijual dengan harga yang mencapai 281,2 juta dollar Hong Kong. Pada tahun 2014 bila dirupiahkan harga tersebut mencapai 485 miliar rupiah.

Mangkuk Cina

Mangkuk Cina yang mempunyai ukuran sekitar 13 cm tersebut biasa digunakan untuk mencuci sikat pada masa Dinasti Song. Hingga tahun 1127 mangkuk tersebut termasuk jenis Ru guanyao yang sudah sangat terkenal dengan pola biru kehijauan dengan pola pecahan es. Pastinya keramik ini tidak mudah ditemukan karena hanya diproduksi dalam waktu yang sangat singkat.

Sebenarnya, Mangkuk Cina ini berasal dari Chang Foundation di Museum Hongxi Taiwan. Mangkuk Cina ini adalah salah satu dari empat keramik pusaka Ru yang ada di tangan swasta. Menurut Regina Krahl seorang pakar keramik, sejak 1940 tidak lebih dari enam Bejana Ru yang pernah turut serta di pelelangan.

Nicholas Chow, Wakil Deputi Sotheby di Asia, pembeli kebanyakan berasal dari Cina dalam waktu 20 tahun terakhir ini. Menurut nya harga baru minat baru sekarang sudah mulai hadir dan hingga hari ini. Namun sampai saat ini Nicholas memilih untuk bungkam dan tidak ingin menyebutkan kewarganegaraan pembeli yang sudah berhasil mendapatkan barang unik dan langka tersebut.

Sekian artikel tentang Mangkuk Cina yang berhasil laku dengan harga fantastis dan mencapai 507 Miliar. Semoga artikel ini bisa membuat Anda lebih mengetahui lagi tentang Budaya Cina dan sedikit sejarah tentang Cina. Apabila ada kesalahan dalam pengetikan artikel singkat ini, Mohon maaf sebesar-besarnya. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

BACA JUGA: Sumpit Cina

Sumpit Cina

sumpit cina

Sumpit Cina merupakan sebuah peralatan makan yang memiliki sejarah dalam di budaya Cina. Sumpit diciptakan pada dinasti Shang sekitar 1766-1122 tahun sebelum Masehi, dan besar kemungkinan sudah digunakan jauh sebelumnya hingga dinasti Xia. Beberapa sumpit ditemukan di Yinxu, Anyang yang sudah berumur lebih dari 2000 tahun. Namun, sumpit mulai digunakan sebagai peralatan makan pada dinasti Han sekitar 209 tahun sebelum Masehi. Sebelumnya, sumpit hanya digunakan untuk keperluan memasak saja.

Tetapi, sumpit mulai digunakan sebagai alat makan sehari-hari hanya dimulai pada dinasti Ming pada tahun 1366-1644. Sekarang sumpit Cina sudah menyebar ke berbagai negara di Asia Timur selama dua millennia. Dari Cina, negara-negara yang mulai menggunakan sumpit sebagai peralatan makan ada Jepang, Korea, Vietnam, Kamboja, Laos, Nepal, Malaysia, Myanmar, Singapura, dan Thailand. Walaupun negara lain di Asia Timur juga ada menyediakan sumpit, namun tidak digunakan sebagai peralatan makan utama.

Dari Mandarin Tradisional, sumpit Cina ditulis dengan hanzi 箸 zhu, kadang juga dituliskan bersamaan dengan 子 zi untuk lebih diperjelas. Namun, dengan Mandarin yang sekarang, ditulis dengan 筷子 kuai zi. Tulisan 筷 kuai cukup mirip dengan 快 kuai yang berarti cepat, ditambah dengan semantik bambu di atasnya. Ini untuk menjelaskan bahwa sumpit dulunya adalah bambu yang digunakan untuk melakukan sesuatu dengan cepat. Ini berhubungan dengan cara makan orang Cina dengan sumpit.

Cara Menggunakan Sumpit Cina

Untuk menggunakan sumpit Cina, sumpit bagian bawahnya tidak digerakan. Yang diletakan di pangkal ibu jari, dan di antara jari manis dan jari tengah. Sumpit bagian atas dipegang seperti pensil, menggunakan ujung ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah, dan itu digerakkan saat makan, untuk menarik makanan ke dalam genggaman sumpit. Sumpit, ketika tidak digunakan, ditempatkan di sebelah kanan atau di bawah piring seseorang dalam pengaturan meja Cina.

Salah satu ujung sumpit Cina lebih tipis daripada ujung satu lagi, dan merupakan bagian yang digunakan. Tergantung material yang digunakan untuk membuat sumpit tersebut, ujungnya bisa tumpul atau tajam. Yang berujung tumpul biasanya terbuat dari melamine

Budaya Penggunaan Sumpit Cina

  • Ketika makan dari mangkuk nasi, boleh mengangkat mangkuk dekat dengan mulut dan menggunakan sumpit untuk mendorong makanan langsung ke dalam mulut.
  • Sudah sejak lama merupakan budaya Cina, bahwa diperbolehkan menggunakan sumpit untuk membantu mengambil makanan untuk keluarga yang mengalami kesulitan mengambil makanan.
  • Orang Cina pantang untuk mengetuk mangkok dengan sumpit karena mirip dengan cara pengemis yang mencari perhatian.
  • Karena orangtua memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan anak-anaknya cara penggunaan sumpit, maka ketidakmampuan anak-anak akan terceminkan buruk kepada orangtuanya.
  • Tidak sopan jika sumpit digunakan untuk menusuk makanan, jika tidak memungkinkan untuk menggunakan sumpit silakan gunakan sendok.
  • Sumpit tidak boleh ditancapkan ke dalam mangkuk nasi, dikarenakan mirip dengan hio yang ditancapkan untuk menyembahyangi almarhum.
  • Saat makan bersama keluarga, sudah biasanya menunggu yang paling tua di meja makan tersebut mulai mengambil sayur.

Baca Juga: Tjong Yong Hian

Tjong Yong Hian

Tjong Yong Hian

Tjong Yong Hian dan Sejarah perkembangan kota medan. Tidak bisa dilepaskan dari peran dua bersaudara Tjong A Fei dan Tjong Yong Hian. Wajah ibu kota provinsi Sumatera Utara sampai sekarang ini akan berbeda jika kedua bersaudara ini tidak menginjakan kakik ke Kota Medan. Banyak sekali peninggalan Tjong bersaudara yang sampai saat ini masih berdiri megah di kota medan. Sejarah dari kehidupan kedua taipan yang dikenal sangat dermawatan semasa hidupnya, ini pun masih selalu menarik.

Sejarahwan Tjong Yong Hian

Tjong bersaudara yang berbeda usia tujuh tahun. Berasal dari sungkow, Distrik mei xian, Guandong yang berasal dari negara tiongkok selatan. Tjong Yong Hian lahir pada tahun 1850 dan untuk adiknya Tjong a fei tahun 1857. Mereka bersama sama untuk melajutkan sekolah dan membantu menjaga sebuah klontong yang sederhana milik ayah mereka. Pada saat berusia 17 tahun atau pada tahun 1867. Tjong Yong Hian memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya untuk bertujuan mengubah hidupnya untuk lebih baik. Dia berambisi untuk merantau ke Batavia. Dari pelabuhan Shantou, dirinya berlayar dan mengarungi laut china selatan. Setelah 21 haru di laut, ahkirnya dirinya tiba di pulau batavia.

Ia hanya tiga tahun di Batavia dan pindah ke Kota Medan yang saat itu masih disebut Deli Tua. Dia berniat memulai usaha sendiri dengan tabungannya. Niatnya itu terwujud pada tahun 1870. Benny G Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik menyebutkan, Tjong Yong Hian memulai usahanya dengan membuka toko untuk memasok berbagai kebutuhan perkebunan tembakau dan kelapa sawit milik orang-orang Belanda. Dia juga memasok buruh perkebunan dari daratan Tiongkok. Dari sejumlah usahanya, dia paling banyak mendapat keuntungan dari perdagangan candu dan rumah judi. Sebab, saat itu, buruh perkebunan sangat bergantung pada candu. Jika tidak memperoleh candu, mereka kehilangan semangat bekerja.

Namun, kata Benny G Setiono, pemilik perkebunan lah yang sengaja membuat mereka bergantung pada candu dan perjudian. Dengan begitu buruh akan menghabiskan penghasilannya. Saat kontrak kerja mereka selama tiga tahun berakhir, alhasil buruh tidak bisa kembali ke daerah asalnya. Situasi ini dimanfaatkan para pemilik perkebunan untuk tetap mempekerjakan mereka. Tidak perlu lagi mengeluarkan biaya mendatangkan buruh baru. Sepertinya kesuksesan Tjong Yong Hian di Medan menjadi inspirasi bagi adiknya. Lima tahun kemudian, Tjong A Fie yang saat itu berusia 18 tahun menyusulnya ke Sumatra. Ia hanya berbekal uang 10 perak Manchu yang dia ikatkan ke ikat pinggangnya. Berbulan-bulan dalam pelayaran, tibalah Tjong A Fie di Labuhan Deli, kota kecil di pantai timur Sumatera pada tahun 1880.

Kesuksesan Tjong Yong Hian

Meskipun kakaknya Tjong Yong Hian sudah berhasil dan dikenal sebagai pemuka masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie Tidak mau tergantung padanya. Dia bekerja di toko kelontong milik Tjong Sui Fo. Mungkin karena terbiasa menjaga toko milik ayahnya, dia tidak menemukan kesulitan. Dia melayani pembeli, memegang bagian pembukuan, menagih utang, dan pekerjaan serabutan lain. Selama bekerja pada Tjong Sui Fo, dia juga ditugaskan mengantar barang ke penjara sehingga sering mengobrol dengan para narapidana. Belakangan, Tjong A Fie semakin dikenal karena pintar bergaul. Di Labuhan Deli, dia dipercaya menjadi pengawas kuli kontrak dari Tionghoa. Ia juga sering diminta menjadi penengah ketika ada perselisihan antara orang-orang Tionghoa maupun dengan pemerintah Hindia Belanda. Saat itu, sering terjadi kerusuhan di kalangan buruh perkebunan Belanda karena latar belakang suku dan etnis. Hal ini membuat Belanda kerepotan.

Pemerintah Hindia Belanda lalu mengangkatnya menjadi letnan Tionghoa. Dia diminta pindah ke Kota Medan sehingga harus berhenti bekerja dari toko Tjong Sui Fo. Dalam waktu singkat, Tjong A Fie diangkat menjadi kapten pada tahun 1895. Di Medan, Tjong A Fie bergaul sangat luas. Ia dikenal pedagang yang luwes dan sangat dermawan. Dia membina hubungan baik dengan Sultan Deli, Makmoen Al Rasyid Perkasa Alamsyah dan Tuanku Raja Moeda. Tjong A Fie bahkan menjadi orang kepercayaan Sultan Deli untuk mewakilinya dalam berbagai urusan bisnis.
Reputasinya yang baik membuat namanya kian tersohor. Selain menjadi kepercayaan Sultan, Tjong A Fie menjalin hubungan dengan pedagang lain, termasuk dari Eropa dan pejabat pemerintahan setempat. Hubungan baik dengan Sultan Deli menjadi awal kesuksesan Tjong A Fie dalam bisnis. Dia mendapat konsesi penyediaan atap nipah dari sang Sultan untuk pembuatan bangsal-bangsal di perkebunan tembakau.

Politik Tjong Yong Hian

Dalam perjalanannya, Tjong A Fie juga berhasil memonopoli perdagangan candu untuk kawasan Deli. Keuntungannya digunakan untuk pengembangan usaha. Ia lalu membeli perkebunan karet yang akhirnya memberi banyak keuntungan. Tjong A Fie menjadi orang Tionghoa pertama yang mempunyai perkebunan tembakau. Di samping perkebunan karetnya, dia membuka perkebunan teh. Dia juga berinvestasi pada perkebunan kelapa sawit yang sangat luas. Bahkan, bisnisnya berkembang hingga ke sektor pertambangan di Sumatra Barat.
Bisnis kakaknya Tjong Yong Hian pun semakin berkembang. Mereka lalu bekerja sama dengan konsul Tiongkok di Singapura saat itu, Tio Tiauw, mendirikan perusahaan kereta api di Tiongkok Selatan. Pada 1907, Tjong A Fie berkongsi dengan pengusaha asal Penang mendirikan Bank Deli. Sementara di Batavia pada 1916, Tjong A Fie bersama sejumlah temannya mendirikan Bank Batavia. Saat itu, ia menguasai sepertiga sahamnya. Setelah kakaknya meninggal pada tahun 1911, Tjong A Fie menggantikan posisi kakaknya sebagai mayor.

Benny G Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik juga menyebutkan, Tjong A Fie sepanjang hidupnya banyak berbuat sosial dan senang menolong orang susah serta miskin. Mungkin itu karena keyakinannya, harta kekayaan yang berasal dari “uang panas”, yaitu dari keuntungan monopoli penjualan candu, maka sebagian harus dikembalikan ke masyarakat. Ia membangun sarana-sarana untuk kepentingan umum dan menolong orang miskin tanpa membedakan warna kulit, suku, dan agamanya. Tjong A Fie membangun sarana ibadah kelenteng, tempat pemakaman di Pulo Brayan, dan mendirikan perkumpulan kematian untuk merawat kuburan. Ia juga membangun rumah sakit Tjie On Tjie Jan dan rumah sakit khusus untuk merawat pasien berpenyakit lepra di Pulau Sicanang. Dia membangun Masjid Raya Medan dengan menyumbang sepertiga dari seluruh biaya pembangunan. Tjong A Fie juga membiayai seluruh biaya pembangunan Masjid Gang Bengkok di dekat kediamannya di Jalan Kesawan, yang kini menjadi Jalan Jenderal A Yani.

Tjong Yong Hian Dan Tjong A Fie

Di Kota Medan, bahkan hampir di seluruh Sumatra Timur saat itu, Tjong A Fie sangat terkenal karena kedermawanannya. Banyak sekolah mendapat bantuannya, baik sekolah Kristen, Islam, maupun Tionghoa. Ia menyediakan tanah untuk pembangunan sekolah Methodis di Medan. Memberi sumbangan pada berbagai kelenteng, masjid, gereja, dan kuil-kuil Hindu. Dia juga menyumbang jam besar di puncak gedung Balai Kota lama.

Sebagai pemimpin masyarakat Tionghoa, Tjong A Fie sangat disegani dan dihormati karena piawai memadukan kekuatan ekonomi dan politik. Kerajaan bisnisnya meliputi perkebunan, pabrik minyak kelapa sawit, pabrik gula, bank, dan perusahaan kereta api. Di masa itu, lebih dari 10.000 orang bekerja di berbagai perusahaannya. Atas rekomendasi Sultan Deli, Tjong A Fie diangkat menjadi anggota dewan kota atau saat itu disebut sebagai gemeenteraad dan dewan kebudayaan atau culturraad. Tak hanya itu, dia juga diangkat sebagai penasihat oleh pemerintah Hindia Belanda untuk urusan Tionghoa.

Hal yang luar biasa dari Tjong A Fie, meskipun memiliki banyak perkebunan, ia menentang poenale sanctie. Ini peraturan yang melindungi kepentingan para pemilik perkebunan. Jika buruh melarikan diri sebelum masa kontrak kerjanya habis, maka buruh akan dikejar dan ditangkap. Kemudian, dikembalikan atau dihukum penjara. Menurut Tjong A Fie, peraturan ini pada hakikatnya membuat nasib para buruh atau kuli kontrak tidak jauh berbeda dengan budak belian. Karena sikapnya itu, Tjong A Fie pernah dituduh para pemilik perkebunan lainnya sebagai pengkhianat.

Baca Juga : Berita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia

Cerita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia

Cerita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia

Cerita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia. Datangnya masyarakat Tiongkok di Indonesia ini bukan tidak ada sejarahnya. Keberadaan orang Cina di Indonesia sebenarnya sudah sangat lama. Awalnya Indonesai bukanlah tujuan utama orang Tionghoa merantau atau mencari pekerjaan. Namun letak kepulauan Indonesia secara geografis sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. Hal tersebut membuat Indonesia kesulitan untuk bisa mendaptakan posisi penting bagi para pedagang negeri tirai bambu tersebut. Jadi, secara tidak langsung keturunan Tiongkok atau Tionghoa juga merupakan bangsa Indonesia. Seperti sejarah yang sudah di jelaskan di dalam halaman wikipedia.

Dalam ulasan singkat ini, penjelasan singkat tentang sejarah mengenai awal kedatangan orang Tionghoa di Indonesia. Di sini akan dijelaskan juga mengapa banyak sekali dan juga rata-rata warga Tionghoa bermata pencaharian sebagai pedagang. Dibawah ini akan ada beberapa penjelasannya, Langsung saja yuk disimak!

Hubungan Perdagangan Antara Tionghoa dan Nusantara Sudah Terjalin Sangat Lama

Cina, suku Tionghoa memang sudah sangat terkenal sekali dengan aktifitas dagang. Tidak bisa dipungkiri lagi, jalur dagang Cina sangat luas. Hampir seluruh dunia barang berasal dari negara tersebut ada dan banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Kelebihan kenapa Tionghoa bisa menguasai pasaran dagang di dunia adalah harganya murah dan terjangkau. Seluruh barang dari Cina juga sangat mirip dengan aslinya, namun untuk harga juga bisa berbanding jauh lebih murah. Maka dari itu Cina bisa menguasai jalur dagang Nusantara.

Tionghoa tidak berasal dari Cina Saja

Sebenarnya keturunan Tionghoa ini tidak hanya dari Cina, namun banyak warga Indonesia yang keturunan Tionghoa. Namun mereka tetaplah berstatus sebagai warga negara Indonesia, bukan sebagai warga negara Cina. Tidak semua warga di Indonesia murni keturunan Jawa ataupun suku lainnya, Indonesia sangat besar dan mempunyai banyak suku yang mungkin masih belum banyak orang ketahui. Jadi ada faktor keturunan juga mengapa orang Tionghoa bisa berada di kawasan Indonesia.

Pengaruh angin musim membuat terjadinya interaksi antara kelana Tionghoa dan masyarakat pribumi

Para perantau Tionghoa hanya mengandalkan trasporatasi jalur laut yang hanya mengandalkan angin. Jadi mereka hanya bergantung dengan arah mata angin. Maka dari itu banyak perantau yang berasal dari Tionghoa yang menetap selama 6 bulan sambil menunggu arah mata angin berbalik ke kawasan mereka. Pada saat menunggu ini yang membuat banyak interaksi antara orang Tionghoa dengan penduduk Indonesia. Mereka tidak hanya cinta terhadap negeri nusantara yang kaya dan aman. Mereka merasa aman karena jarang terjadi peperangan dan juga bencana alam pada saat itu. Banyak perantau Tionghoa yang juga jatuh cinta dengan wanita Indonesia, yang membuat mereka untuk menetap dan menjadi masyarakat Indonesia.

Mayoritas bekerja sebagai pedagang, karena tidak diizinkan menjadi pegawai negeri

Jika kita mendengar nama Etnis Tionghoa, maka dibenak kita adalah sangat kuat dalam bidang usaha perdagangan dan ekonomi. Sudah sejak lama Cina terkenal sangat kuat dan bagus dibidang perdagangan. Pada saat masa penjajahan Belanda, 36 % perdagangan dikuasai oleh Tionghoa. Jumlah tersebut melebihi yang telah dikuasai oleh kaum pribumi dan juga Eropa pada saat itu.
Orang Tionghoa bukan saja berada di Indonesia, namun hampir diseluruh penjuru dunia mereka tersebar. Dahulu kala Tiongkok hampir tidak ada hentinya dengan peperangan, bahkan bencana juga sering menimpa negara Cina tersebut. Maka dari itu banyak warganya yang memutuskan untuk keluar dan mencari pekerjaan di negara lain. Banyak orang Cina yang berimigrasi ke Eropa, Amerika, Australia, Afrika, Asia dan juga Eropa.

Jadi sekarang Anda sudah tidak perlu heran lagi mengapa hampir di setiap negara bisa ditemukan kawasan percinaan. Hal tersebut memang dikarenakan warga Tionghoa telah berkembang ke seluruh dunia. Bahkan di Indonesia sendiri sudah sangat banyak kawasan percinaan, ada banyak kawasan yang bisa dikunjungi sebagai tempat rekreasi dan juga berlibur.

Sekian ulasan singkat yang bisa kami sediakan tentang Cerita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia. Dengan adanya artikel ini kami berharap Anda bisa mengetahui mengapa di Indonesia bisa terdapat banyak orang Tionghoa. Bila dalam pembahasan Cerita Awal Kedatangan Tionghoa di Indonesia terdapat kesalahan kata. Sebagai admin kami meminta maaf sebesar-besarnya. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel singkat ini, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Muslim Uighur di Cina

Muslim Uighur di Cina

Muslim Uighur Di Cina

Muslim Uighur di Cina belakangan ini mendapatkan banyak kecaman dari dunia atas perlakukan tidak senonoh yang dianggap menindas umat muslim. Perlakukan mereka ditanggapi menindas warga suku Uighur, kelompok muslim minoritas di negara tersebut. Mereka menahan di beberapa tempat agar para umat muslimnya tidak bisa berkeliaran bebas. Namun sampai saat ini masih belum ada kabar pasti lagi apakah benar umat muslim yang ada dilokasi tersebut mendapatkan perlakukan yang tidak baik. Salah satu suku yang sudah berdiri lama. Sumber di ambil dari dalam halaman wikipedia.

Pada tahun 2018 lalu, dunia mulai mendapatkan kabar bahwa Cina memperlakukan warga Uighur dan kelompok Muslim lainnya dengan tidak baik. Beberapa rakyat ditahan pada beberapa titik. Jadi mereka ditahan dan seperti diberi pelajaran ulang tentang agama. Seperti berusaha untuk mencuci otak masyarakat Uighur. Maka dari itu Cina mendapatkan banyak kecaman, bahkan banyak negara yang melakukan protes keras.

Dilansir dari Enamdewa, pemerintah Cina membantah tuduhan kelompok-kelompok tersebut. Pada saat bersamaan, ada banyak bukti yang menunjukan pengawasan opresif terhadap seluruh masyarakat yang tinggal di Xinjiang. Untuk kabar seperti ini memang masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Suku Uighur adalah kelompok Islam di Cina. Cukup banyak umat yang tinggal di kawasan tersebut.

Tentang Muslim Uighur di Cina

Muslim Uighur di Cina rata-rata beretnis Turki. Kabarnya ada sekitar 10juta orang penduduk yang tinggal di bagian barat negeri itu. Memang sudah sangat lama bahwa hubungan antara warga Cina dengan umat Islam kurang baik. Namun tidak semua dan masih tegantung dari pribadi masing-masing orang kembali. Namun memang banyak kelompok pemecah belah bangsa yang ingin membuat suatu kelompok untuk menjatuhkan kelompok lainnya.

Xinjiang merupakan Provinsi dengan mayoritas suku Uighur ini terletak di ujung barat Cina. Kawasan tersebut adalah wilayah terbesar di Negeri itu. Wilayah tersebut memang sudah terkenal mempunyai pemerintahan sendiri yang cukup jauh dari kendali Beijing. Muslim Uighur di Cina ini diperkirakan sudah mencakup sekitar 25juta penduduk. Mungkin banyak juga pemberontak dari wilayah ini, yang membuat beberapa kelompok menahan mereka dan ingin memberikan ajaran baru

Muslim Uighur di Cina yang ada di Xinjiang kabarnya dipantau secara ketat. Bahkan kabarnya banyak penduduk mereka yang ditangkap apabila ketahuan mempunyai kerabat lebih dari 10 negara. Kelompok tertentu juga mengaku kalau orang di kamp penahanan mereka dipaksa untuk belajar bahasa Mandarin. Tidak sampai disana aja, bahkan mereka diberikan ajaran untuk segera meninggalkan keyakinan mereka saat itu juga.

Fakta Muslim Uighur di Cina

Sejumlah mantan napi juga mereka mengatakan kalau sudah terjadi penyiksaan fisik di kamp penahanan. Banyak kepala keluarga yang lenyap karena menerima banyak siksaan dari organisasi tertentu. Dari fisik hingga mental mereka mendapatkan semua penyiksaan. Pengawasan yang amat ketat terhadap warga Muslim di Xinjiang. Hal tersebut yang membuat warga tersebut merasa tertekan dengan banyak pengawasan yang menggunakan senjata tajam.

Cina mencurigai beberapa penyerangan dari teroris yang terjadi selama beberapa waktu terakhir itu digerakan oleh warga Uighur. Pada tahun 2009 sekitar 200 orang yang tewas akibat kerusuhan tersebut. Maka dari itu Cina masih mencurigai kelompok yang ada di wilayah Xinjiang. Pada tahun 2017 juga sempat terjadi pembunuhan yang menewaskan beberapa orang. Menurut pemerintah Cina ada dua kaum yaitu ekstremis dan separatis yang mereka tangkap dan penjarakan.

Namun karena hal tersebut juga Cina mendapatkan kecaman keras dari sebagai besar dunia, terutama Indonesia. Sebagai besar masyarakat di Indonesia adalah Islam, jadi banyak yang kurang setuju atas tindakan yang mereka lakukan terhadap sesama umat muslim yang ada di Xinjiang. Namun beberapa negara masih mengeluarkan pernyataan yang kritis dan masih belum ada tindakan apapun terhadap kecaman tersebut.

Baca Juga : Tembok Cina

Kultur Budaya China

kultur budaya China

Enam Dewa merupakan salah satu link yang bertujuan untuk membahas semua tentang kebudayaan. Kebudayaan atau budaya memiliki arti yang sama berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang dapat di artikan sebagai hal-hal yang berhubungan dengan budi dan akal manusia. Salah satu ciri khas dari sebuah budaya adalah bahwa budaya itu diwariskan secara turun-temurun. Jadi pengertian yang paling tepat untuk mendefinisikan budaya ini  adalah suatu cara hidup yang dimiliki oleh sekelompok orang, cara hidup itu berkembang dan kemudian diturunkan ke generasi ke generasi berikutnya.

Negara China atau Tionghoa memiliki sebuah tradisi dan kebudayaan yang sangat menarik. Jumlah penduduk yang terpadat di dunia yaitu 147 orang per km persegi atau sekitar 1.37 miliar penduduk di China membuat tradisi dan kebudayaan semakin menguat. Masyarakat China memiliki tradisi dan budayanya sendiri, antara lain seperti kaligrafi, makanan, gaya berpakaian, bahasa, dan lainnya. Sama seperti yang sudah di jelaskan di dalam halaman wikipedia.

Berikut Adalah Fakta Menarik Tentang Tradisi dan Kultur Budaya China

○ Kaligrafi China

Kaligrafi atau tulisan China adalah seni menulis tanda – tanda bahasa China. Kaligrafi ini telah muncul sejak abad ke-2 bertujuan untuk menyampaikan gagasan sekaligus menampilkan keindahan abstrak garis. Kaligrafi China dapat ditulis dengan menggunakan kuas dengan mengandalkan pergelangan tangan yang bergerak dengan luwes. Kuas yang digunakan terbuat dari bambu dan tinta untuk menuliskan huruf – huruf China yang penuh makna.

Kaligrafi China atau huruf Mandarin bisa berasal dari gambar atau simbol. Misalnya, simbol matahari 日 (ri) artinya matahari. Awalnya yang berupa gambar bulatan besar yang menggambarkan bentuk matahari dan titik di tengah sebagai inti dari matahari. Dan untuk menulis arti sawah maka hurufnya yaitu 田 (tian) artinya sawah. Bentuk dari huruf China yang berarti sawah dapat terlihat mirip dengan petak–petak sawah.

○ Bahasa Mandarin

Bahasa yang dipergunakan oleh rakyat china adalah bahasa mandarin. Yang dalam bahasa melayunya yaitu menteri, Mandarin sendiri adalah sebutan untuk pembesar China yang berasal dari dinasti Qing. Dinastin yang disebutkan didirikan oleh suku manchu. Itu yang membuat para kaisar disebut sebagai mandarin yang di sebut sebagai mandaren. Kemudian sebutan ini berubah menjadi kara Mandarin.

Sebenarnya, bahasa Mandarin berarti Beifanghua yang secara harfiah bermakna bahasa percakapan utara yang merupakan bagian dari dialek yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat di bagian utara dan barat daya China.

Itulah yang membuat kalangan yang berpendapat bahwa bahasa Mandarin merupakan semacam dialek yang terdengar bukan bahasa. Sampai saat ini, banyak orang yang senang mempelajari bahasa Mandarin mengingat bahasa ini yang sangat berguna dalam komunikasi perdagangan dengan masyarakat China.

○ Makanan China

Hampir di keseluruh Negara di dunia sudah mengenal masakan China yang mudah diterima oleh lidah setiap orang. Masakan China ini dikenal dengan bumbu yang sangat sederhana dan namun memiliki rasa yang khas. Masakan China ini biasanya tidak memerlukan waktu memasak yang terlalu lama sehingga dapat dihidangkan dengan cepat dengan rasa yang nikmat, misalnya cap cay, kwetiau, koloke dan sejenisnya.

Paduan antara sayur, daging, dan mie membuat masakan China terasa lezat dan nikmat. Masakan China lainnya seperti bebek peking yang memiliki kulit yang lebih dan daging yang empuk serta rasa gurih untuk disantap. Cita rasa yang pas yaitu tidak terlalu pedas, terlalu asin atau terlalu manis membuat masakan China mudah diterima semua orang.

○  Kalender China

Kalender China merupakan sistem penanggalan tertua di dunia. Hal ini semakin menguatkan bahwa China adalah negara yang telah memiliki peradaban sejak lama. Kalender China atau hari raya Imlek telah digunakan sejak abad ke 3 sebelum masehi. Kalender China diciptakan Huang Di atau Maharaja Kuning yang memerintah pada tahun 2698 – 2599 SM.

Kalender ini kemudian dikembangkan oleh banyak masyarakat dinasti China Kuno. Kemudian pada abad ke 104 sebelum masehi di masa pemerintahan kaisar Wu dari Dinasti Han kalender ini disebut kalender Taichi yang merupakan kalender Vhina yang sama yang digunakan saat ini. Dalam kalender China, setiap tahunnya dinamai dengan nama binatang, misalnya tahun 2015 sebagai shio monyet sapi.

Ada 12 hewan dalam kalender China dan setiap 12 tahun siklus berulang. Orang China percaya bahwa nasib seseorang tergantung pada tahun orang tersebut dilahirkan, kepribadian mereka akan mengambil aspek binatang itu.

Contoh shio Tikus yang merupakan orang yang telah lahir pada tahun: 1960, 1972, 1984, 1996, 2008. Orang yang memiliki shio tikus maka memiliki kepribadian yang menawan, licik, lucu, dan setia. Ia dapat melakukan bekerjasama yang menguntungkan dengan shio naga atau monyet, tetapi tidak dengan shio kuda.